Sepintas, wajah HTC S740 tampak seperti ponsel biasa, mulai dari menu kiri dan kanan, tombol Call dan End call, tombol Home dan Back, navigasi bulat sampai keypad. Bahkan ada ikon T9 di tombol *. Hanya tampilan layar sajalah yang mengungkap jati diri ponsel ini sebagai peranti berbasis Windows Mobile.
Casing belakangnya bertekstur berlian acak khas Diamond. Permukaannya tak mengilap; lebih mirip bahan karet. Bagian depan S740 justru terlihat “menyilaukan” karena “berlapis” plastik bening sampai ke tombol-tombol keypad-nya.
Hal lain yang membuatnya terlihat berbeda dari ponsel biasa adalah ketebalannya. Tak heran, HTC S740 memang meneruskan ciri keyboard QWERTY tersembunyi dari generasi sebelumnya. Perbedaannya adalah, bila keyboard pada seri S730 diakses dengan cara menggeser bodinya ke kiri, keyboard S740 akan tampak bila bodi depan digeser ke kanan.
Deretan tombol keyboard terdiri dari empat baris sehingga susunannya tidak persis seperti keyboard yang biasa dipakai di PC. Perbedaan yang mencolok mata adalah tombol angka yang “bertumpuk” dengan huruf di baris pertama QWERTY.
Berkurangnya jumlah tombol mau tak mau memaksa banyak tombol menjadi berfungsi ganda. Fungsi ganda ini biasanya diaktifkan dengan tombol Fn. Di S740, tombol Fn akan mengaktifkan Comm Manager (ikon ponsel) ketika dikombinasikan dengan tombol navigasi kiri; mengaktifkan fungsi T9 jika ditekan dengan tombol Space; serta mengaktifkan Internet Explorer (ikon globe) jika ditekan dengan tombol SYM. Ada lagi tombol Caps yang disatukan dengan tombol Shift, atau PGUP dan PGDN yang menyatu dengan tombol navigasi atas dan bawah.
Meski sudah banyak tombol yang difungsigandakan, kita masih saja bisa menemukan tombol pintas khusus. Setidaknya di deretan keyboard ini kami temukan tombol pintas SMS/MMS (teks SMS/MMS) dan Messaging (ikon amplop). Kami tidak menjumpai tombol OK yang biasanya dipakai untuk keluar dari suatu aplikasi. Namun, agaknya tombol Del difungsikan untuk itu, selain untuk kembali ke menu sebelumnya.
Seperti biasa, ada 2 tombol menu di kiri-kanan atas keyboard. Menurut kami, kedua tombol menu ini tidak terlalu mudah diakses karena letaknya terlalu berhimpitan dengan bodi. Di pojok kiri masih ada pula 2 lampu yang akan menyala ketika Caps dan FN sedang aktif.
Tampilan layar perangkat ini secara otomatis akan berubah orientasi saat bodi atas digeser. Yang menarik adalah, HTC menyiapkan layar khusus yang akan terlihat pertama kali secara otomatis ketika posisi layar diubah. Bagi kami, fungsi layar tambahan tersebut tidak begitu penting. Sebabnya toh jendela akan secara otomatis kembali ke layar asli Windows Mobile ketika kita memencet sebarang tombol di luar tombol navigasi.
Di belakang bodi, kamera ditampilkan dalam guratan berbentuk segitiga. Tombol kamera bisa ditemukan di sebelah kanan bodi; dekat tombol End call. Di samping tombol ini ada ikon kamera dan tulisan F2.8 FF 3.2 Mega pixels. Meski dalam menu utama diberikan ikon berbeda untuk Camera dan Video Recorder, pada dasarnya kita bisa berpindah modus dengan mudah dari dalam menu. Kita bisa memotret foto dengan resolusi maksimal 3M (2048×1536). Sementara video (termasuk suaranya) bisa direkam dengan durasi sesuai dengan kapasitas maksimal yang tersedia pada memori.
Dalam tekstur segitiga yang lebih “imut” di kanan kamera, akan kita temukan speaker. Tombol volume dua arah ada di sebelah atas kiri bodi. HTC telah menyiapkan fasilitas Audio Booster dan Audio Manager untuk melakukan pengolahan suara.
Untuk membuka penutup slot, dorong saja palang bawah bertulisan Pull sampai terbuka. Ini akan langsung memperlihatkan slot SIM. O ya, ketika penutup slot dibuka, S740 akan secara otomatis mati. Jadi, meskipun mudah diakses tidak berarti kita bisa mencabut dan memasang kartu SIM dan microSD seenaknya.
Dengan kombinasi sistem operasi Windows Mobile terbaru plus prosesor dan memori yang disiapkan, kinerja S740 terbilang baik. Sistem operasi terbaru tentu saja menyajikan fitur terbaru untuk saat ini. Meskipun mendukung HSDPA, sayangnya peranti ini tidak bisa dipakai untuk melakukan komunikasi video (video call). Untuk GPS, HTC hanya memberikan QuickGPS sehingga kita harus melakukan penambahan peta sendiri.
Jika Anda adalah pengguna perangkat genggam berbasis Windows Mobile 6.x, HTC S740 menyediakan hampir semua yang Anda butuhkan. Ketiadaan fasilitas video call dan peta built-in berbasis GPS sayangnya sedikit mencederai pesona perangkat ini. Namun, gabungan kecantikan seri Diamond dan adanya keyboard Qwerty seri S tampaknya merupakan daya tarik yang ingin dikedepankan S740.













