Sebagai penerus dari Motorola E8, bentuk EM30 masih sangat mirip. Tampaknya Motorola menawarkan versi lain Motorola E8 dengan harga lebih murah, akibat makin murahnya ponsel-ponsel berfitur lengkap lainnya. Dua andalan ponsel Moto E8 yang mahal, yaitu desain cantik dan suara musik oke, memang tidak cukup. Konsumen kebanyakan tetap saja membandingkan fitur-fiturnya dengan ponsel lain dalam kisaran harga yang sama.
Berbalut casing hitam dan merah, kesan gairah anak muda terlihat jelas. Ukurannya cukup tipis, hanya sekitar 1cm (tepatnya 10,6mm). Ukuran layarnya tergolong sedang, yaitu 1,8” TFT QVGA, namun terlihat terang dan warna-warna tampil dengan baik. Tombol navigasinya berwarna keperakan lengkap dengan tombol call dan tombol pintas (shortcut).
Keypad-nya unik, tombol-tombol angkanya rata dan tampak hilang atau tersembunyi, saat ponsel tidak aktif (standby). Ini akibat adanya fitur ModeShift yang sangat berguna untuk menikmati musik. Saat berada di modus musik, keypad akan berpendar biru dan menampilkan pilihan tombol pemutar musik. Sedangkan saat sedang berada pada modus telepon, tombol akan berwarna biru.
Kualitas suaranya tergolong bagus dan jernih, apalagi jika didengarkan di headset luar lewat jack 3,5mm. Untuk memutar musik, tersedia Windows Media Player 11 yang enak dipakai. Suara radio FM (RDS) juga sangat nyaman didengar. Sebagai ponsel musik, Moto EM30 mendukung banyak format file seperti MP3, AAC, AAC+, WMA, WAV, Real Audio, dan AMR.
Batere cukup awet, sangat menunjang bagi penyuka musik untuk menikmatinya berlama-lama. Bagi yang suka berganti ringtone, dukungan ringtone Moto EM30 cukup bervariasi, yaitu poliponik, MP3 dan AAC. Fungsi ponsel juga bisa dimatikan (Flight mode) agar bisa sepenuhnya dipakai sebagai pemutar musik, dan batere lebih awet.
Untuk sebuah ponsel musik, kapasitas memori tentu menjadi hal penting. Untungnya. EM30 ini sudah mendukung memori microSD HC sampai 8GB. Memori internalnya memang tergolong kecil, hanya 18,5MB. Jadi memori microSD mesti ditambahkan agar bisa menyimpan lagu lebih banyak.
Sayangnya, meski beresolusi 2MP dengan 8x zoom digital plus multishot, hasil bidikannya kurang bagus: standar saja. Fungsi zoom-nya yang 8x bahkan membuat foto terlihat kasar saat dilihat di komputer.
Ada yang menarik dari ponsel ini, yaitu menggunakan platform LiMo, alias Linux. Bagi yang sudah terbiasa enaknya mengoprek ponsel Linux, tentu menjadi tantangan tersendiri. LiMo sendiri dibentuk tahun 2007 oleh konsorsium vendor ponsel seperti Motorola, NTT DoCoMo, Panasonic Mobile, Samsung dan Vodafone.
EM30 baru mendukung koneksi GPRS/EDGE Class 12, jadi Internet mesti diakses dengan sabar. Namun, adanya koneksi miniUSB sekaligus charger membuat koneksi ke Internet lebih mudah dan praktis.













