Dibanding para pendahulunya, Touch HD T8282 boleh dikatakan nyaris sepenuhnya mengandalkan sentuhan. Karena itu, desainnya terlihat sangat minimalis. Tombol yang tersisa hanya tombol volume di kiri bodi dan tombol On-Off di atas bodi. “Tombol” Call, Home, Back, dan End Call yang ada di bawah layar sudah dioperasikan memakai sentuhan. Meski sudah memaksimalkan sentuhan untuk pengoperasian peranti, stylus tak bisa dibuang begitu saja. Ini masih dibutuhkan, misalnya untuk menulis tangan atau menggambar sketsa. HTC menyimpan stylus di kanan bodi, siku bawah.
Satu hal yang langsung menyita perhatian kami adalah layar yang terasa super lega. Mungkin karena desain bagian layar yang menyatu dengan bagian tombol di bawah layar. Tapi layar 3.8 inci (plus resolusi layar 800×400) itu sendiri memang paling luas dibanding anggota keluarga Touch lainnya. Tak heran, Touch HD didaulat sebagai kompetitor terdekat iPhone yang layarnya “hanya” 3.5 inci.
Tampilan TouchFLO, yang menjadi ciri khas seri Touch, tak banyak berubah dibanding para pendahulunya. Yang cukup signifikan adalah penambahan tab Stock untuk memantau saham; ditempatkan antara tab Internet dan Photos and Videos. TouchFLO masih menyediakan opsi getar sebagai respon terhadap sentuhan yang kita lakukan.
Windows Mobile 6.1 Professional bekerja lancar berkat dukungan prosesor Qualcomm 528MHz dan ROM 512MB. Mungkin karena itulah colokan Reset ditaruh di dekat slot MicroSD; kita dianggap tak bakal sering membutuhkannya. Selain itu, penambahan kapasitas memori masih dimungkinkan karena ada slot MicroSD. Tapi ini tersembunyi di balik casing batere. Jadi kita harus sedikit repot membuka casing untuk mencabut-pasang MicroSD.
HTC menambahkan sejumlah aplikasi pihak ketiga yang lumayan menarik. Kami menemukan Adobe Reader LE, Jetcet Print 5 untuk cetak dokumen, Opera Browser, RSS Hub, Streaming Media, Voice Recorder, WorldCard Mobile untuk menyalin kartu nama, YouTube, dan Zip. Kita juga bisa menambahkan aplikasi lain yang berbasis Java. Untuk hiburan, ada game Teeter yang memanfaatkan sensor gerak. FM Radio, seperti biasa, mengharuskan headset terpasang. Yang cukup menarik adalahnya adanya MP3 Trimmer untuk mengutak-atik file MP3 yang kita miliki.
Hanya Quick GPS dan Google Maps yang mendampingi fasilitas GPS di Touch HD. Mengingat harga yang ditawarkan, akan lebih menarik bila HTC juga membundel salah satu software peta GPS pihak ketiga. Jelajah peta terasa menarik ketika hanya menggunakan sentuhan untuk memindah lokasi pengamatan atau menyetel setting.
Selain Samsung Omnia, HTC Touch HD TM8282 termasuk salah satu generasi awal PDAphone berkamera 5MP; seri ini sendiri merupakan produk perdana HTC yang memakai kamera 5MP. Karena semua bersifat sentuh, tombol kamera digantikan icon bergambar shutter yang akan terlihat di kanan layar. Ini mungkin jadi sedikit kendala jika Anda terbiasa memotret menggunakan tombol khusus.
Maksimalnya penggunaan sentuhan memberi makna yang sesungguhnya pada nama Touch. Bodi besar mungkin sedikit merepotkan bagi yang bertangan mungil, namun memberi efek lega pada mata yang melihatnya. Dengan fasilitas kerja maupun hiburan yang lengkap, HTC Touch HD TM8282 patut direkomendasikan.
(Septyarini – InfoKomputer)













