XPERIA X1 adalah satu dari sedikit ponsel pintar yang kehadirannya begitu ditunggu. Selain karena kampanye pemasaran yang lumayan gencar, X1 adalah piranti pertama Sony Ericsson yang berbasis Windows Mobile.
Pertama melihatnya, kami cukup terpukau dengan desain X1. Desainnya terlihat elegan dengan tiap detail yang dirancang nyaris sempurna. Desain sliding bar memang bukan hal baru, namun Sony Ericsson berhasil memberikan nuansa berbeda pada X1. Salah satu hasilnya adalah bentuk bodi yang terlihat melengkung ketika bodi atas tergeser dan terbuka. Mendorong belahan bodi atas ke kanan ini sekaligus memperlihatkan keberadaan keyboard Qwerty.
Inovasi lain yang ditawarkan Sony Ericsson adalah antarmuka yang disebut Panel, semacam aplikasi yang berada di atas sistem operasi Windows Mobile 6.1. Fungsinya memudahkan pengguna mengakses beragam fitur yang ada di peranti ini. Kabarnya, SDK (Software Developer Kit) Panel ini terbuka untuk developer, memungkinkan pihak ketiga mengembangkan aplikasinya untuk Panel.
Informasi terakhir yang kami terima menyebutkan bahwa Sony Ericsson akan menambahkan panel baru yang memudahkan penggunanya mengakses Facebook dan Windows Live. Panel tersebut akan didistribusi oleh Dashwire. Google dan FM Radio sendiri kini tak terlihat icon-nya dalam menu normal Programs maupun Settings. Kedua aplikasi ini hanya bisa diakses dari X Panel.
Mengakses pengaturan panel sangat gampang, karena Sony Ericsson menempatkan tombol X Panel di bawah layar, sebelah kiri. Kita tinggal ketuk panel yang diinginkan, dan panel itu akan langsung aktif.
Port USB mini yang ada di kiri bodi jadi hanya dipakai untuk charger dan kabel data. Kami sempat bingung mencari slot MicroSD yang ternyata ada di kiri bodi. Ini tak langsung terlihat karena slot tertutup casing belakang yang terbuat dari logam. Untuk membuka casing, congkel saja lubang kecil yang ada di kanan-kiri bodi, sebelah bawah. Sony Ericsson menyertakan MicroSDHC 4GB buatan SanDisk dalam paket.
Sony Ericsson memasang kamera 3.2MP, plus lampu. Karena kami tak menemukan icon Camera di mana pun dalam menu, agaknya aplikasi ini hanya bisa dibuka dengan memencet-tahan tombol kamera. Ukuran foto yang bisa dijepret X1 maksimal 3MP, sementara resolusi maksimal untuk rekaman video adalah VGA. Dan seperti ponsel Sony Ericsson lainnya, kualitas kamera adalah salah satu daya tarik utama X1.
Kombinasi prosesor dan memori yang dipilih Sony Ericsson agaknya cocok dengan kebutuhan sistem operasi yang digunakan. Setidaknya, kami melihat gerakan grafis pada X Panel mengalir dengan mulus. X1 juga menyediakan fasilitas GPS; akurasinya boleh diandalkan. Untuk aplikasi pendukungnya, tersedia QuickGPS dan Google Maps. Jika menginginkan peta yang lebih rinci, kita harus beli sendiri peta pihak ketiga.
Dengan desain dan antarmuka Panel yang menarik, XPERIA X1 berada di segmen istimewa di jajaran ponsel pintar yang ada saat ini. Mungkin itu pulalah yang menjelaskan harganya yang mencapai Rp. 9 jutaan; sangat tinggi bahkan untuk sebuah ponsel pintar. Ini pulalah yang membuat perasaan kami sedikit bercampur. Secara umum kami menyukai X1, namun ada banyak produk sekelas yang dibandrol dengan harga lebih terjangkau. (Septyarini)













